Perkembangan Monitor

Perkembangan Monitor

Pertama yaitu tepatnya tahun 1855 ditandai dengan penemuan tabung sinar katoda oleh ilmuwan dari Jerman, yang bernama Heinrich Geissler. Beliau termasuk bapak dari monitor tabung.

Setelah 33 tahun, ahli kimia asal Austria yang bernama Friedrich Reinitzer, meletakkan dasar pengembangan teknologi LCD dengan menemukan kristal cairan.

Teknologi tabung mulanya memang dikembangkan untuk merealisasikan monitor. Tapi, kristal cairan masih menjadi fenomena kimiawi sejak 80 tahun berikutnya.

Saat itu, tampilan atau frame rate pun belum terpikirkan. Itulah fase kedua dari tahap pengembangan monitor komputer.

Tahun 1855 – Tabung Geissler

Heinrich Geissler berhasil membuat sebuah vakum dalam tabung yang dilengkapi dengan sebuah pompa merkuri.

Tahun 1859 – Sinar Katoda

Julius Plucker merupakan seorang ahli matematika dan fisika dari Jerman. Dia berhasil menemukan dan menggambarkan sinar katoda untuk pertama kalinya.

Tahun 1888 – Penemuan Liquid Crystal

Friedrich Reinitzer merupakan orang ahli kimia dari Austria yang menemukan fenomena kristal cairan. Dia membuat eksperimen dengan sebuah bahan yang memiliki dua titik cair.

Tahun 1897 – Tabung Braun

Karl Ferdinand Braun baru mengembangkan tabung sinar katoda dengan memperkenalkan aplikasi pertama serta menggunakan osiloskop.

Tahun 1930 – Siaran Full Electronic

Manfred von Ardenne termasuk ilmuwan Universal Knowledge yang berhasil membuat siaran televisi full electronic pertama. Pada tahun 1931, dia memperkenalkan penemuannya diajang International Radio Show di Berlin.

Tahun 1963 – Penemuan Liquid Crystal Biphenyl

George Gray adalah seorang ahli kimia dari Universitas Hull Inggris, menemukan kristal cairan Cyan-Biphenyl. Kristal ini menjadi dasar untuk pengembangan bahan kristal cairan stabil yang digunakan pada LCD sampai sekarang.

Tahun 1969 – TN-LCD Pertama

James Fergason mengembangkan teknologi TN atau twisted nematic yang bisa mengontrol light transfer dari kristal cairan. Pada generasi awal, komputer terhubung dengan televisi sebagai layar untuk menampilkan hasil pengolahan data.

Pada Tahun 1984

IBM memperkenalkan Enhanched Graphics Adapter (EGA) yang mempunyai spesifikasi lebih tinggi dari pada CGA. EGA mempunyai kemampuan untuk menampilkan 16 warna dengan resolusi 640 x 350 yang memungkinkan penggunaan tingkat tinggi seperti menampilkan mode grafis.

Jenis monitor ini menggunakan digital video sampai sinyal TTL (Transistor Transistor Logic) dengan nomor diskrit yang spesifik untuk mengatur warna dan intensitas cahaya.

Pada Tahun 1987

IBM memperkenalkan tampilan standar Video Graphics Adapter (VGA). VGA merupakan standard analog video dengan sinyal R (Red), G (Green) dan B (Blue) yang digunakan untuk menampilkan objek full color dengan intensitas yang tinggi.

Walaupun standar VGA sudah tidak digunakan lagi, karena sudah digantikan oleh standar yang baru, VGA masih diimplementasikan pada pocket PC.

Pada Tahun 1990

IBM memperkenalkan standar grafis Extended Graaphics Array (XGA), pengembangan dari 8514/A.

Generasi berikutnya yaitu XGS-2, memberikan resolusi 800 x 600 piksel yang menghasilkan 16 juta warna serta resolusi 1024 x 768 yang juga menghasilkan 65,536 warna.

Pada Tahun 2000

Layar Datar untuk Home User Monitor dengan layar datar tipis ini, semakin terjangkau harganya bagi home user.

Pada Tahun 2005

Layar 3D Pertama Toshiba memperkenalkan layar 3D pertama yang menawarkan efek 3D tanpa menggunakan alat bantu lainnya. Tapi, posisi mata harus tertentu.

Masa Depan

Monitor 3D akan menjadi tren berikutnya, yang nantinya tanpa kacamata pun tampilan 3D sudah bisa dinikmati dari semua sudut pandang mata.